Dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :
“Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia..." Kemudian Anas berkata lagi, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Baginda manjawab, “yaitu ahli Qu'ran (orang yang membaca atau menghafal Qur'an dan mengamalkannya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.” (HR. Ahmad).
Simak penjelasan Syaikh Shalih Al-Fauzan –hafizhahullah– berikut:
“Yang dimaksud ahlul qur’an bukan orang yang sekedar
menghafal dan membacanya saja. Ahlul qur’an (sejati) adalah yang
mengamalkannya, meskipun ia belum hafal Qur’an. Orang-orang yang
mengamalkan Al-Qur’an; menjalankan perintah dan menjauhi larangan, serta
tidak melanggar batasan-batasan yang digariskan Al-Qur’an, mereka
itulah yang dimaksud ahlul qur’an, keluarga Allah serta orang-orang
pilihannya Allah. Merekalah hamba Allah yang paling istimewa.
Adapun orang yang hafal Al-Qur’an, membaguskan bacaan
Qur’an nya, membaca setiap hurufnya dengan baik. Namun jika ia
menyepelekan batasan-batasan yang digariskan Al-Qur’an, ia bukan
termasuk dari ahlul qur’an. Tidak pula termasuk dari orang-orang
khususnya Allah.
Jadi ahlul qur’an adalah orang yang berpedoman dengan
Al-Qur’an (dalam gerak-gerik kehidupannya), ia tidak menjadikan selain
Al-Qur’an sebagai panutan. Mereka mengambil fiqih, hukum-hukum dari
Al-Qur’an, serta menjadikannya sebagai pedoman dalam beragama..”.
Sungguh beruntung bagi setiap penghafal Alquran, pasalnya mereka
(hafidz/hafidzah) sudah dijanjikan oleh Allah berupa ganjaran pahala
serta kedudukannya di akherat. Apa saja 6 Janji Allah Swt. Bagi Para
Hafidz?Inilah yang tertulis dalam quran dan hadits berkenaan dengan 6 Janji Allah Swt. Bagi Para Hafidz.
Para hafidz disejajarkan dengan para nabi (sederajat), hanya saja para hafidz ini tidak mendapatkan atau dititipkan wahyu. Rasulullah Saw., bersabda,
Pada zaman Rasulullah Saw, takjarang para hafidz diutamakan kedudukannya oleh Beliau, salah satunya dalam memimpin delegasi. Mekanismenya, Rasulullah Saw. akan menguji dan bertanya seputar hafalan, selanjutnya Rasulullah akan memilih para calon pegawai dengan berdasarkan pada yang paling banyak hafalannya.
“Barangsiapa yang membaca (menghafal) Alquran, maka sungguh
dirinya telah menyamai derajat
kenabian hanya saja tidak ada wahyu baginya (penghafal). Tidak pantas
bagi penghafal Alquran bersama siapa saja yang ia dapati dan tidak
melakukan kebodohan terhadap orang yang melakukan kebodohan (selektif
dalam bergaul) sementara dalam dirnya terdapat firman Allah.” (HR. Hakim).
Sebab menghafal quran merupakan tanda orang yang diberi anugerah berupa
ilmu. Sesuai dengan firman serta Janji Allah Swt. Bagi Para Hafidz -
seperti yang termaktub dalam surat Al-Ankabut ayat 49.“Sesungguhnya, Alquran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang dzalim.” (QS Al-Ankabut : 49).
Menjadi penghafal quran tentunya sangat bermanfaat, orang iman lain akan menghormati kepada penghadal quran. Karena dengan menghormati para penghafal alquran, orang tersebut berarti telah mengagungkan Allah Swt. Hal ini sesuai dengan yang terdapat di dalam hadits.
Rasulullah bersabda “Di antara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal quran yang tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Alquran tidak diamalkan serta menghormati kepada penguasa yang adil.” (HR. Abu Daud).
Penghafal quran senantiasa akan menjadi imam dalam melaksanakan shalat berjamaah. Sebab yang bisa menjadi imam shalat adalah mereka yang paling banyak hafalannya. Seperti yang terdapat di dalam hadits.
Rasulullah Saw., bersabda: “Yang menjadi imam dalam sholat suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim).
Serta bagi para penghafal quran akan mendapatkan beberapa keutamaan.
- Allah akan memberikan kepada hafidz di akherat; mahkota kehormatan. Sesuai dengan yang terdapat di dalah sebuah hadits, dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Baginda bersabda, orang yang hafal Alquran kelak akan datang dan Alquran akan berkata: “Wahai Tuhan, pakaikanlah dia dengan pakaian yang baik lagi baru.”Maka orang tersebut diberi mahkota kehormatan. Alquran berkata lagi: “Wahai Tuhan tambahkanlah pakaiannya.” Kemudian orang itu diberi pakaian kehormatannya. Alquran berkata lagi: “Wahai Tuhan, ridhailah dia.” Maka kepadanya dikatakan, “Baca dan naiklah.” Dan untuk setiap ayat, ia diberi tambahan satu kebajikan.” (HR. At Tirmidzi).
- Akan dikumpulan bersama malaikat yang mulia lagi taat. “Dan perumpamaan orang yang membaca Quran sedangkan ia hafal ayat-ayatNya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun ‘alaih).
- Para hafidz pun akan ditinggikan derajatnya saat berada disurga. Betapa baiknya manfaat Al- Qur'an untuk para penghapalnya. Sesuai dengan sebuah hadits yang bunyinya, dari Abdillah bin Amri bin ‘Ash dari nabi Saw. Beliau bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib quran, “Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau mentartilkan Al Quran di dunia sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi).
- Para hafidz quran akan mendapatkan pertolongan (syafaat), hadits-nya, dari Abi Umamah ra, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW berkata, “Bacalah Quran, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafal).” (HR. Muslim).
- Taksaja bagi paa hafidz itu sendiri, orangtua para penghafal alquran pun akan mendapatkan pertolongan. Dalam hadits disebutkan, dari
Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah Saw.
bersabda “Siapa yang membaca Alquran, mempelajarinya dan mengamalkannya,
maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat,
cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua
jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya
bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini? Dijawab “Karena kalian
berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Alquran”. (HR. Al Hakim).
- Menghafal Alquran berfaedah bagi setiap penghafal dalam urusan perniagaan mereka. Dalam Alquran dijelaskan, “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Faathir : 29-30).



